Semesta, bagaimana kabarmu? Kuharap kamu baik-baik saja dan punya cukup waktu untuk membaca pesanku ini.
Aku sedang tidak baik-baik saja saat ini. Sungguh, aku tidak pernah mengira akan tersakiti kembali. Bodohnya aku termakan oleh janji manis lagi. Aku bertanya-tanya, apakah janji sehidup semati hanyalah fiksi?
Jujur, aku mengira dia lah orang yang terakhir kali singgah di hati ini. Ironisnya justru dia yang membuangku layaknya makanan yang sudah basi. Bahkan air mataku tidak dianggap sama sekali. Seolah-olah ia sudah muak dengan diri ini. Kalau sudah begini, aku sadar aku harus benar-benar pergi. Aku tidak pantas diperlakukan seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar