Sabtu, 25 Februari 2017

Lelah

Aku lelah.

Aku lelah menahan rindu terus-menerus. Rindu yang setiap hari menghantui kemanapun aku pergi. Rindu yang menyiksaku.

Aku lelah hanya dapat menunggumu di sini. Menunggumu untuk kembali bersamaku, melalui hari-hari yang pahit ini.

Aku lelah mengukirkan senyuman yang pura-pura. Senyuman yang sebenarnya menyiratkan kepedihan dan tangisan.

Aku lelah menjalani hari-hari tanpamu. Tanpa kamu yang selalu mampu membuatku tersenyum. Tanpa kamu, sumber kebahagiaanku.

Aku terlalu lelah dengan semua ini.

Bahkan karena itu semua, kebahagiaanku sampai memudar entah ke mana. Seperti ada yang merampasnya paksa.

Aku ingin menjalani hidup seperti sedia kala. Seperti dulu saat kamu selalu berada di sampingku. Aku ingin baik-baik saja, bukan berpura-pura baik-baik saja. Aku ingin tersenyum dengan tulus, bukan senyum terpaksa. Aku ingin mataku menyorotkan kebahagiaan, bukan kepedihan.

Intinya aku ingin bahagia.

Rapuh


Petang berganti malam
Bulan dengan setia menunggu bintang
Namun bintang tak kunjung datang

Kau tahu?
Bulan tak pernah suka sendirian
Ia lebih suka bersama bintang
Menerangi gelapnya langit malam

Bulan kesepian tanpa bintang
Cahayanya tak mampu menerangi bumi sendirian
Langit malam tak indah tanpa kelap-kelip bintang

Apa kau sadar?
Aku dan kamu ibarat bulan dan bintang
Aku bulan
Dan kamu bintang

Aku butuh kamu di sini
Untuk mewarnai hidup abu-abuku
Membuatnya menjadi lebih berwarna

Ketika mentari menyapa
Aku menyunggingkan seulas senyuman
Senyuman yang dipaksakan
Senyuman yang menutupi kepedihan
Senyuman yang pura-pura diikhlaskan

Namun..
Ketika malam tiba
Aku rapuh
Benar-benar rapuh

Aku selalu berusaha untuk terlihat kuat
Di depan siapa saja
Termasuk kamu
Mengapa?
Karena aku tak mau melihatmu rapuh sepertiku
Aku tak akan mampu

Kumohon
Biar aku saja yang menanggung rapuh ini
Sendiri
Tanpa seorangpun yang tahu